Tanggal 26 November 2011 kemaren merupakan hari yang luar bi(n)asa. Hari itu merupakan hari wisudanya anak unand preioda IV/2011. Telah 7 kali aku tidak sempat mengikuti hari wisuda semenjak usia diriku dikandung strata satu T_T. untuk mengambarkan kegelisahan dan kegundahan hati yang merana ini maka terplesetannya judul lagu doremi karangan Budi Doremi bukan Budi Handuk ^-^.
Berikut lagu plesetannya. Cekidot.
wa ga pat
do dododododo, re rerererere
mi mimimimimi, fa fafafafafa(do) doakan ku harus wisuda (re) relakan aku di segera tamat
(mi) misalnya aku kan nikah (fa) fastikan kau tetap merestui
(sol) soal kompre luar biasa (la) lama-lama bikin gila
(si) siapa yang kenal aku (do) doakan aku di cepat lulusadududuh duh aku percaya
februari 2012 kali ini aku pasti wisuda yeah
kuku kutanya ada yang salah
jelas ini luar bi(n)asahal skripsi baik tidak mudah, tak seperti kau bicara
dosen mengerti ini terlalu jadi masalah
ketika aku mulai bisa terbiasa untuk dapat A+
menikmati hari-hari tanpa kuliah di sini
Namanya juga lagu plesetan, jadi jika Continue reading
SINTESIS DAN KARAKTERISASI KOMPLEKS KEHIDUPAN
Praktikanku,
Bagiku senyawa kompleks merupakan senyawa terunik yang paling ku sukai dari semua senyawa kimia yang ada. Bukan karena aku adalah seorang kimiawan bagian anorganik dengan spesifikasi meneliti bahan material penyebabnya. Tapi melainkan keindahan yang dipancarkan senyawa kompleks itu. Adalah warna yang kusukai dari senyawa kompleks itu. Memang jenis senyawa lain ada bisa berwarna juga tapi bagaimana “pengorbanan” dari senyawa kompleks bisa berwarna membuatku kagum padanya.
Praktikanku,
Ia, senyawa kompleks pada awalnya adalah senyawa yang telah jenuh. Akan tetapi, dalam kejenuhan itu, meski dipaksa, ia bisa melakukan ikatan lagi dengan beberapa ligan. Keterpaksaan yang sungguh sangat menyakitkan, pasalnya dalam keterpaksaan itu mengakibatkan membelah orbital “d” nya yang sedemikian dahsyatnya menjadi dua kepingan(untuk oktahedral dan tetrahedral) bahkan terkadang lebih (untuk segi empat planar). Maka hasil dari keterpaksaan dan pengorbanan ia lakukan itu tidaklah sia-sia. Ia menjadi senyawa kompleks yang menghasilkan warna yang indah.
Praktikanku, Continue reading
Padang - Pada tanggal 8 Oktober 2011 kemarin Himpunan Mahasiswa Kimia (HIMKA) Unand telah berhasil menggelar Seminar Internasional yakni International Seminar on Environmental Science (ISES 2011). Acara yang paling spektakuler sepanjang 45 tahun sejarah pejalanan HIMKA Unand. Seminar Internasional yang bertemakan “Environment-based on science research for a better life”, dilaksanakan atas kerjsama IKA-HIMKI Indonesia (Ikatan Himpunan Mahasiswa Kimia Indonesia) dengan Jurusan Kimia Fakultas MIPA Universitas Andalas dalam rangka Musyawarah Tahunan (MUSTA) IKA-HIMKI INDONESIA.
Seminar ISES 2011 ini digelar pada 8 Oktober 2011 mulai pukul 08.30 WIB hingga 17.00 WIB. Seminar ini bertempat di Gedung Seminar E Universitas Andalas. Tak seperti kebanyakan Seminar Internasional lainnya yang diadakan di Hotel berbintang, Seminar Internasional ISES2011 ini diadakan di dalam ruang lingkup Unand. Riko Irwan selaku ketua panitia menjelaskan maksudnya untuk memperkenalkan Unand dengan alamnya yang nyaman.
Seminar Internasional ISES 2011 ini diharapkan untuk Continue reading
Judul: Mari Pede Memaafkan
Nama Karakter: karena dibuat dalam menyambut idul fitri…maka karakter ini diberi nama yakni Syawalia Fitri
Deskripsi: dibuat dengan corel x5 (corel12 pun bisa kok)… caranya cukup murah… cukup buat garis dg pentool mengambar karakter ini… lalu diberi garis tersebut diberi effect >> artistic media ,,,warna code rgb warna wajah: #FDF8B6… sedangkan baju warna pink muda dan jilbabnya warna pink keungguan… lalu beri shading pada lekungkan tertentu… Continue reading
Jalan aktivis itu memang berat dan penuh ujian. kebanyakkan mampu melewati ujian eksternal namun banyak berguguran ketika dihantam ujian internal. Salah satu ujian internal yang sangat berbahaya adalah menghadapi musuh yang tak kelihatan namun hebat kehancurannya luar biasa, musuh itu disebut KECEWA. Semua perasaan kecewa itu wajar dan naluriah terjadi pada manusia. Bila ditelusuri jalur metaforsa kecewa itu ternyata berasal dari sebuah perasaan cinta. Harapan-harapan cinta yang tidak terpenuhi atau pupus ditengah jalan mengendap di dasar hati maka ia akan berubah menjadi perasaan kecewa.
DULU pernah terlintas dalam pikiran,untuk keluar dari jalan aktivis kampus ini, meninggalkan organisasi pergi untuk tak kembali.Penyebabnya, kecewa pada orang-orang didalamnya tidak lagi sevisi dan semisi sewaktu awal-awal merajut kisah, kecewa pada keputusan bersama yang tidak mengindahkan pendapat kita, kecewa pada mereka yang tidak menghargai karya kita tapi banyak menuntut, kecewa pada rekan seperjuangan yang egois akan pribadinya, kecewa juga pada iPK yang tak kunjung naik-naik.Semula atas dasar kecewa itu dibiarkan saja. Tapi lama kelamaan rasa kecewa itu memekat dalam hati.
Saat kecewa itu memuncak, terlintas untuk pergi meninggalkan mereka, bahkan pergi untuk tidak kembali. Namun, hal itu ku urungkan karena teringat bagaimana nasib kisah dalam Al-Qur’an, seseorang yang dengan rasa marah dan kecewa pergi meninggalkan kaumnya. Kisah itu kita kenalkan dengan kisah nabi Yunus A.S.
“Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap, ‘Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.’” (Q.S. Al-Anbiya’ [21]: 87)
Karena kecewa itu hadir dikarena cinta, maka menyelesaikannya pun dengan cinta jua. Bukan dengan marah bahkan menjauhi objek yang mengecewakan kita. Menghadapi kecewa itu lewat mantera cinta yang disebut sabar dan ikhlas. Baca selengkapnya >>>
Dalam menit-menit pertama, bertubi-tubi hikmah yang dikirimkan dalam film Sang Murabbi(3). Tak seperti film kebanyakan sekarang yang sungguh begitu banyak mengumbar humor yang mencela fisik orang lain dan aurat digembar gemborkan tapi minim aspek intisari hikmah didalamnya. Sang Murabbi, film yang diangkat dari kehidupan seorang ustadz Rahmat Abdullah, dengan durasi 93 menit ini saja menyimpan berbagai hikmah laksana buku-buku yang tersusun diperpustakaan.
Dari bagian film tesebut ada hal yang menarik untuk dibawah ketengah pembicaraan. Pada screen bagian awal, kita akan melihat bagaimana Ustadz Rahmat Abdullah sungguh besar keinginannya untuk pergi berangkat ke Mesir guna menimba ilmu. Suatu kali beliau mendapat kesempatan untuk belajar ke sana.

Ketika diberitahukan gurunya, Rahmat Abdulllah mengucapkan rasa puji dan syukurnya kepada Allah SWT atas kesempatan untuk bisa studi ke Mesir
Akan tetapi, karena sang Ibunda berat melepaskannya pergi jauh merantau belajar ke Mesir, ia pun mengurungkan hasratnya yang mengebu-gebu itu.

“lagian kalo lo pergi jauh, ntar ibuk kangen bagaimana dong?” kata Ibunda Rahmat Abdullah berat hati melepaskan anaknya.

Mendengarkan nasehat gurunya, meski tidak melanjutkan studi ke Mesir, janganlah meyerah karena dimanapun kita berada kita merupakan dai yang siap meyebarkan benih-benih kejayaan Islam.
Seringkali kita bagaikan ikan dilautan yang mencari air tanpa sadar sekelilingnya adalah air. Kita mencari bagaimana bentuk cinta itu padahal sekeliling kita telah dihiasi oleh cinta itu sendiri. Salah satunya cinta dari kedua orang tua kita yang aliran cinta tak henti bagai mentari yang menyinari cahaya.
Mungkinkah seseorang berbicara dan mengekspesikan cinta yang suci sedang ia tidak peduli akan ibu bapaknya yang telah memberikan cinta setulus hati tanpa pamrih? Tentu saja itu mustahil. Sangatlah penting bagi seorang mukmin agar setiap tindakannya mendapat restu dari ibu bapak. Menjadi nilai ibadah di dalamnya dikarenakan doa restu ibu bapaknya yang menyertai. Apapun itu pilihan yang kita lakukkan hendaklah mendapatkan restu dari kedua orang tua. Baca Selengkapnya>>
Sekiranya dalam suatu produk makanan dan minuman, anda menemukan mengandung aspartame, maka berhati-hatilah terhadap efek yang ditimbulkan. Aspartame ini ternyata sangat mempengaruhi perilaku psikologis si pengonsumsinya. Seorang anak yang mengonsumsi aspartame akan menjadi sikap agresif, pemarah dan pembangkang meningkat 70% menyusul dengan tanda-tanda kelelahan, menarik diri, cepat marah, sakit kepala dan pandangan kabur. Selain itu, nafsu makan, pola tidur dan kontrol buang air kecilnya pun terganggu. Perubahan prilaku anak-anak akibat efek samping aspartame berlebihan bisa terjadi dalam waktu 15 menit hinga 1 jam.(2). Pada orang dewasa selain hal diatas bisa terjadi, aspartame menimbulkan sakit kepala, mudah lupa, gejala gastrointestinal dan gejala penyakit kulit.(3)
Apa sih aspartame itu?
Aspartame merupakan pemanis buatan yang sering digunakan dalam berbagai makanan dan minuman olahan pabrik dan bahkan industri rumah tangga sekalipun. Kadang digunakan dalam industri farmasi. Aspartame mempunyai citra kemanisan 180 – 200 kali lebih kuat dari sukrosa (gula). Aspartame itu adalah nama merek dagangnya (nama trivial) yang dikenal secara masyarakat umum. Sedangkan nama kimia “resmi” dalam standar IUPAC, aspartame disebut sebagai N-α-L-Aspartyl-L-phenylalanine 1-methyl ester, dengan rumus empirisnya C14H18N2O5 dan berat molekul 294.31. (3)
Sebelum kita memasuki ranah kimia, alangkah lebih baiknya kita mengerti tentang pengertian kimia itu apa. Untuk lebih jelasnya, penulis menggunakan pendapat orang kimia yang dekat degan penulis sendiri yaitu guru kimia SMA dan dosen Kimia Dasar. Continue reading
MUHAMMAD HATTA, TOKOH BERJIWA BESAR YANG RENDAH HATI
Siapapun tahu, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa sekalipun di Indonesia mengenai satu tokoh ini yang dikenal dengan Bapak kemerdekaan sekaligus Bapak Koperasi. Beliau nama panjangnya adalah Muhammad Hatta dan biasa dipanggil dengan sebutan Bung Hatta. Beliau dilahirkan pada tanggal 12 Agustus 1902 di kota sanjai, julukan bagi kota Bukittinggi, sebuah kota kecil di provinsi Sumatera Barat.
Dengan latar belakang Minangkabau yang agamais dan penuh dengan adab bermusyawarah yang mana sangat berpengaruh bagi anutan idelogi beliau dalam pergerakkan. Dimasa kecilnya Hatta kecil dibina dengan pembinaan islami karena keluarga ayahnya merupakan keluarga ulama yang terpandang di masyarakat. Pemikirannya yang terkenal dibidang koperasi yang tertuang dalam pasal 33 ayat 1 yaitu : “ Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas azas kekeluargaan”, dimana pemikiran ini pastinya erat hubungannya dengan latar budaya Minangkabau yang mewarnai Hatta kecil di Bukittinggi. Dalam budaya Minangkabau, symbol-simbol
Semenjak masih duduk dibangku sekolah, beliau telah aktif diberbagai organisasi. Sejak awal mulanya sekolah di MULO padang, beliau tertarik mengikuti pergerakkan.
Ketika beliau berada di organisasi jong sumatera bond, beliau menjabat sebagai bendahara yang memupuk sifat tanggung jawab dan disiplin yang menjadi sifat khas bagi seorang Muhammad hatta. Kemudian untuk memperdalam rasa ingin tau dibidang ekonomi, maka beliau melanjutkan sekolah ke luar negeri di handles Huge School di Rutterdam, Belanda. Dan disana menjadi anggota Indische Vereniging pada tahun 1922. Dan kemudian berubah nama organisasi menjadi nama Perhimpunan Indonesia (PI) yang menjadikannya vocal melawan Belanda. Kemampuannya sebagai pemimpin terasah di oraganisasi ini, dengan dibuktikannya menjadi ketua dari tahun 1926 – 1930. Dan untuk mengasah minatnya dibidang politik ia melanjutkan sekolah di jurusan hukum Negara dan hukum administrative.
Di belanda juga, kemampuannya dibidang menulis terasah dengan terlibatnnya di majalah Indonesia Merdeka. Dengan latar belakang budaya minangkabau yang penuh bersandikan musyawarah benar-benar melatih kemampuannya dibidang berbicara didepan umum ataupun sedang berpidato. Hatta sering menghadiri Kongress bertaraf Internasional yang diadakan oleh berbagai organisasi antikolonialisme. Dalam congress itu ia memperkenalkan perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajahan colonial Belanda. Kemudian pada tahun 1926 beliau memperjuangkan nama Indonesia sebagai ganti menyebutkan wilayah Hindia Belanda pada waktu itu pada congress demokrasi Internasional untuk perdamaian di Prancis.
Karena pemikirannya dan pergerakkannya yang vocal melawan belanda maka ia bersama0sama Nazir sutan pamuncak, Ali sastroamijojo dan abdul Majid jojodinigrat ditangkap oleh belanda. Oleh karena tidak cukup bukti, mereka dibebaskan oleh pengadilan. Dengan segala tekanan dari Belanda tidak menyurutkan memperjuangkan perjuangan kemerdekaan. Perlawanannya semakin keras. Pada Juli 1932, Hatta berhasil menyelesaikan studi di Belanda dan kembali ke Indonesia.
Setibanya di Indonesia, Hatta lebih fokus mengaplikasikan ilmu dalam bentuk tulisan artikel dibidang politik, ekonomi. Hatta mendirikan partai politik Pendidikan Nasional Indonesia yang dikenal dengan nama PNI-Baru. Mungkin karena kecintaannya pada pendidikan, makanya nama partainya ada kata Pendidikan. Karena kegiatan politik itu, pada bulan Januari 1934 ia diasingkan ke Digul. Disana ada hal yang menarik dari seorang Hatta. Ia ditawari oleh kepala pemerintahan disana untuk memilih berkeja kepada Kolonial Belandadengan upah 40 sen per hari dan bisa dipulangkan ke kampong halaman kemudian hari atau tetap menjadi buangan dan tidak dipulangkan. Namun Hatta menjawab menjawab seandainya ia menginginkan kekayaan tentu ia telah berkerja kepada Kolonial Belanda dulu sewaktu masih di Jakarta dan tentu kekayaan dan kekuasaan yang didapatkannya lebih besar. Beliau lebih memilih menjadi buangan disana daripada menyerahkan diri kepada penjajah.
Walaupun hidupnya sebagai buangan disana, rasa hausnya dalam ilmu pengetahuan tidak tumpul. Disana ia memiliki buku-buku sebanyak 16 peti yang dipesannya dari teman-temannya yang ada di Jakarta. Dan dengan buku-buku tersebut ia Continue reading
The Road of the Jihad
Main Reasons Making Indonesian Must be Palestine Defender at the First Line
Palestine has been colonized by Zionist Israel for more than 60 years since 1948, when at that time held conspiracy between Zionists with western country tried to annex Palestine’s region for declaration Israel country. Certainly, Palestine people don’t stay keep quite be colonized by Israel. Same with Indonesian would take their weapon to against toward several colonizers coming. So do Palestine, fighting for their freedom.
Crisis of Palestine is not only problematically war between neighborhood countries but it has been larger issues became war between religion, a war between Muslim versus their enemies. So because of that, Indonesia with the biggest amount of Muslim in the world has the duty of supporting Palestine independency.
“… and help you one another in righteousness and piety, but do not help one another in sin and transgression…” (Q.S. Al-Maidah:2)
Yes, of course, Indonesia must support and help Palestine free from colonialism of Israel because Indonesian their self are ant colonialism at any shape. This statement is clarified by introduction of fundamentals law (UUD) 1945 which say that:
“… colonialism on the world must be eased because not sustainable with humanity and rightness…”
So from background of colonialism Indonesian for still less 350 years making us could understand what Palestine fight is for. It must make Indonesia against what Israel has been done to Palestine until this second. And then International world also must put a curse on Israel, based on International law said;
“No one shall be subjected to torture or to cruel, in human or degrading treatment or punishment… No one shall be subjected without hiss free consent to medical or scientific experimentation…” (Article 7, International Covenant on Civil and Political Rights).
And violent has been done by Israel over break to International freedom at point 1 article 9, International covenant on Civil and Political Right.
“Everyone has the right to liberty and security of person… No one shall be deprived on his liberty…”
But why Israel still safe in this time. That because some International rights organizations or some countries always provides at oneself side only for Israel.
At another side, historical debt that must be paid by Indonesian to Palestine. At the early independency of Indonesian and at that same time Palestine was starting colonized by Israel after held Balfour Declaration under England regulation. But at that time Palestine had already taught us what meaning of brotherhood (ukhuwah) of. Great Mufti Palestine, Anin Al-Husni at September 6th 1944 gave support for acknowledgment of Indonesian independency later. This made positive effect because Al-Ahraw Daily popular newspaper in Egypt leaded news about Indonesian independency. Those two countries, Palestine and Egypt are the first supporting Indonesian Independency.
But beside these factors, there is main factor make Indonesian must be at the first line guard Palestine. This factor is because Continue reading
Bismillahirrahmanirrahim.
Wahai para muslimin, yang dirahmati Allah SWT dengan segala kemulian dan semua kemulian semenjak subuh sedari tadi hingga subuh kelak kemudian. Itu semua Allah SWT hidupkan dalam setiap hati sanubari yang tetap berpegah teguh pada jalan kebenaran.
Wahai para muslimin, wahai para pejuang kebenaran, wahai para aktivis yang darahnya selalu bergejolak.
Ketahuilah dalam sekarang ini, semua ideologi selain Islam mengalami dekandensi, penyusutan nilai-nilai ideologinya. Ini berlaku untuk semua ideologi barat ataupun komunisme dan semua derivat-derivatnya. Lihatlah dengan mata sejarah, Rusia dengan segala komunitas komunisnya kini hanya diam membisu pasca terpecahnya Uni Soviet menjadi kepingan-kepingan puzzle yang tercerai berai. Di masa pemerintahan komunis berperanan, walaupun ilmu teknologi mendongkrakn, baru waktu itu krisis pangan menjadi, padahal sewaktu kaisar sebelum komunis berkuasa, keanehan tersebut tidak terjadi. Sementara itu, ideologis barat, sama halnya dengan komunis, kelak akan menjadi bagian bawah dari roda kehidupan yang berputar. Perlahan-lahan mereka sekarang tidak mampu menjawab persoalan yang melanda. Masih ingat mengenai krisis ekonomi di Amerika dkk pada tahun 2009? Itu adalah salah satu buktinya. Persoalan generasi mudanya sudah kehilangan moral sangat mereka khawatirkan mengingat penerus mereka mengalami masalah. Dan sekarang mereka memakai jalan-jalan kotor menghalangi perkembangan negara lain, dengan dalil kemanusian mereka membabi buta memerangi kedaulatan negara.
Hanya ideologi Islam yang tetap berjaya dan terus berjaya karena Allah SWT yang maha memiliki semua baik dibumi maupun dilangit, yang menjamin ini. Hanya saja,,, hanya saja,,, umat Islam sekarang membuat kesalahan yang fatal dengan melanggar hak-hak Allah SWT dan menggantikan dengan hukum buatan manusia. Jadilah Islam sekarang ini menjadi terbelakang.
Tak inginkah dirimu wahai pejuang da’wah akan kejayaan Islam 14 abad yang silam? Tak hauskah jiwa dan raga mu dengan semarak Islam disetiap sudut seperti zaman-zaman khlifah dulu?
Oleh karena itu, wahai muslimin, Continue reading
to seeing what had done in previous stage please click this below link ==> Reaction#002 – Memorial seminar proposal season 1 – struktur flavonoid yang mempersona -
Hasil kromatogram HPLC akar astragali dengan fraksi ekstrak etil asetat (fig. 1) dibandingkan dengan kromatogram standar dan diketahui bahwa senyawa (1) adalah calycosin-7-O-β-D-glucoside dan senyawa (3) adalah ononin

(fig. 1) Kromatogram HPLC akar astragali dengan fraksi ekstrak etil asetat. Kolom: SuperlocosilTML kolom C18 (250mm × 4.6mm, 5µm, Supelco USA); fasa gerak = air (eluen A); suhu kolom 40OC; deteksi UV = 230nm
Untuk memperkaya hasil senyawa flavonoid yang didapatkan, fraksi tersebut di elusi dengan 2L air destilasi, bertujuan untuk menghilangkan sakarida dan 2L etanol 20% (v/v), bertujuan untuk menghilangkan zat kimia yang larut dalam air yang mempunyai sedikit retansi dalam resin makropori NKA-12. Pengelusian dengan 4L etanol 40% dan 4L etanol 70% berhasil mengelusikan senyawa flavonoid. Selanjutnya fraksi elusi etanol 40% dan etanol 70% dimasukkan ke dalam kolom resin makropori NKA-12 yang berguna untuk memurnikan ekstrak kasar fraksi etil asetat sebagai konsentrasi senyawa target target yang pada awalnya tanpa menggunakan kolom ini (fraksi ekstrak etil asetat ) total kemurnian senyawa kurang dari 5% ( 3,5% calycosin-7-O-β-D-glucoside dan 1,2% ononin).
Hasil kromatogram HPLC akar astragali dengan kolom resin makropori NKA-12 fraksi elusi 40% etanol (fig. 2) mengidentifikasi puncak (1) sebagai calycosin-7-O-β-D-glucoside

(fig. 2) Kromatogram HPLC akar astragali dengan kolom resin makropori NKA-12 fraksi elusi 40% etanol. Kolom = SuperlocosilTML kolom C18 (250mm × 4.6mm, 5µm, Supelco USA); fasa gerak = MeCN (eluen B); masa elusi gradien = 0% sampai 28% B dalam 15min, kecepatan alir dari 1,2ml/min ke 1,0ml/min; 28% ke 38% B dari 15min ke 30min dan 38% B dari 30 min hingga 45min, kecepatan air 1,0ml/min; suhu kolom 40OC; deteksi UV = 230nm
Hasil kromatogram HPLC akar astragali dengan kolom resin makropori NKA-12 fraksi elusi 70% etanol (fig. 3) mengindentifikasi senyawa (3) merupakan ononim. Sedangkan yang lainnya belum diketahui kemungkinan karena kemurniannya yang terlalu kecil. senyawa (1) telah diketahui sebelumya adalah calycosin-7-O-β-D-glucoside.

(fig. 3) Kromatogram HPLC akar astragali dengan kolom resin makropori NKA-12 fraksi elusi 70% etanol. Kolom = SuperlocosilTML kolom C18 (250mm × 4.6mm, 5µm, Supelco USA); fasa gerak = MeCN (eluen B); masa elusi gradien = 0% sampai 28% B dalam 15min, kecepatan alir dari 1,2ml/min ke 1,0ml/min; 28% ke 38% B dari 15min ke 30min dan 38% B dari 30 min hingga 45min, kecepatan air 1,0ml/min; suhu kolom 40OC; deteksi UV = 230nm
Dengan pemakaian Kolom resin makropori NKA-12 ini maka kemurnian kandungan calycosin-7-O-β-D-glucoside dalam fraksi etanol 40% bertambah hingga 39,5% dan kemurnian ononim dalam fraksi etanol 70% naik hingga 10,03%.
Untuk mendapatkan hasil yang maksimum maka digunakan HSCCC untuk memisahkan dan memurnikan senyawa flavonoid yang terkandung dalam akar Astragali. Kunci keberasilan pemisahan dan pemurnian dengan HSCCC tergantung dari koefisien partisi (K), kecepatan revolusi dari kolom pemisahan dan kecepatan alir fasa gerak.
Kunci keberhasilan pemisahan dan pemurnian dengan HSCCC adalah pemilihan sistem pelarut dua fasa, yang menyediakan rentang ideal dari koefisien partisi (K). Untuk menentukan sistem pelarut yang cocok bisa dilihat pada Tabel 1 yang berisi nilai K dari flavonoid akar astragali
Dalam penggunaan HSCCC dalam jurnal ini terdapat 3 sistem pelarut yang digunakan yaitu:
1. SISTEM I = n heksana – etil asetat – n butanol – metanol – 0,5% TFA (1:2:1:1:5, v/v)
Pada tabel 1 terlihat sistem I diketahui bahwa sistem I hanya cocok untuk senyawa 1. Sedangan untuk senyawa lain, nilainya terlalu besar. Sehingga sistem satu dipilih untuk memisahkan senyawa flavonoid dalam elusi etanol 40%. Oleh karena itu pada kromatogram HSCCC elusi 40% etanol, terlihat jelas senyawa 1 tapi senyawa yang lain tidak seperti terlihat pada kromatogram HSCCC dari fraksi elusi etanol 40% dari Akar astragali dengan sistem pelarut I (fig. 4).

(fig. 4) Kromatogram HSCCC dari fraksi elusi etanol 40% dari Akar astragali. Sistem pelarut I = n heksana – etil asetat – n butanol – metanol – 0,5% TFA (1:2:1:1:5, v/v); fasa gerak = fasa encer paling rendah; kecepatan alir = 2ml/min; ukuran sampel = 100mg; kecepatan revolusi = 800rpm; rentensi fasa diam = 49.8%.
Setelah diidentifikasi lebih lanjut dengan HPLC (fig 5) diketahui bahwa senyawa (1) adalah Continue reading
Sahabatku,
Pernahkah suatu ketika mengalami kejadian serupa dengan penulis dalam hidupmu?
Seperti ini kisahnya…
Suatu kali penulis merasakan gundah dan gelisah dalam hati disebabkan berbagai masalah yang melanda. Koridor kampus yang setiap hari sering dilewati, kali ini terasa seolah memanjang tanpa ujung. Setiap langkah kaki dilangkahkan terasa berat. Penulis merasakan begitu banyaknya persoalan pelik nan melanda campur aduk bagaikan gado-gado, mulai dari masalah akademik yang perlu diselesaikan rumus-rumus serupa benang kusut, masalah organisasi yang begitu makan banyak energi, masalah keuangan yang lebih parah dari krisis global baru-baru ini sampai masalah hati yang semakin hebat bunga syahdu bermunculan. Seluruh polemik permasalahan itu muncul dihadapan serentak seolah menghadapi lapisan tembok tinggi yang perlu diloncati tanpa habis.
Ditengah persoalan kehidupan yang melanda, tiba-tiba terbayang satu wajah, penuh kasih, penuh saying. Dalam hati memangil-mangil penuh khimat.
“oh.. Bunda.” Satu kata terucapkan lewat lisan terpatri dalam kalbu paling dalam.
Tak lama berselang, langkah ini terhenti, tersentak karena terjut oleh getar handphone. Kulihat serentetan nomor yang kuhafal dalam setiap sudut saraf memori itu sedang memanggil. Lalu sesegera ku angkat handphone itu.
“Assalamualaikum, nak.” Terdengar suara lemah lembut dibalik handphone itu, begitu hangat dan mengetarkan dawai asa, melapangkan jiwa. Itulah suara ibundaku.
Pecahlah air mata ini, mengalir bulir-bulirnya diraut wajah. Tak peduli begaimanapun orang lalu lalang memperhatikan.
Sahabatku, hal tersebut tentu pernah sahabat alami. Benarkan? Seolah-olah ada ikatan batin ataupun telepati kasih sayang antara ibu dan anak. Tak peduli jauhnya jarak yang memisahkan, firasat seorang ibu selalu pasti mendengar setiap detak panggilan anaknya meski dalam hati dan jauh nun berada diujung dunia sekalipun. Kalaulah ditanya kenapa bisa, jawabnya pasti bisa. Bagaimana tidak? 9 bulan 10 hari si anak telah terhubung dengan rahim ibu melalui sebuah ikatan darah yang disebut denganplasenta dan diperkuat dengan ikatan susuan anak pada ibunya selalama 2 tahun.
“… ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnyadalam dua tahun…” (Q.S. Luqman[31]: 14)
“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandung dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula), mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan…” (Q.S. Al-Ahqaaf[46]: 15).
Oleh karena itu, Continue reading