Posted by: izzul047 on: 23 November 2008
KETIKA diriku sedang menuju pulang ke Bukittinggi untuk memenuhi rasa kangen ku pada orang tua di kampung halaman, singgahlah diri ini di suatu sudut kota padang untuk indah sebelumnya. Terpotret lah sebingkai kekuasaan ALLAH SWT.

sungguh indah menawan matahari yang sedang berjalan menuju rumahnya untuk beristirehat sementara waktu
Sedang beberapa hari sebelum ini ku amati setitik air yang jatuh dari langit sebagai berkah ALLAH SWT untuk diri kita, setelah bumi itu tandus
- setitik air sunggu berarti buat kehidupan
Semua pekerjaan yang kita lakukan setiap waktu hanyalah sebuah aktifitas kecil dari sebuah aktifitas besar yaitu sholat.
Selesai sholat subuh kita menunggu waktu sholat dzuhur tiba sambil diselingi dagang, bertani, bisnis, sekolah dll. Tiba sholat dzuhur kita harus tinggalkan pekerjaan kecil tadi, ramaikanlah rumah Allah yaitu masjid untuk pekerjaan besar sholat.
Seterusnya selesai sholat dzuhur kita menanti sholat ashar dengan diselingi pekerjaan-pekerjaan kecil.
Jika ini kita lakukan terus-menerus, maka semua aktifitas kita dinilai ibadah.
Namun jika kita mengejar pekerjaan kecil (keduniaan) dengan meninggalkan pekerjaan besar (sholat), maka hidup kita tak bedanya dengan hewan bahkan lebih rendah dari hewan dengan mengikuti keinginan hawa nafsu.
manusia adalah ciptaan Nya maka dari itu manusia harus tunduk dan menyembah pada Nya. jangan bikn Dia marah atau muyrka ya……………………………!
28 Juli 2009 pada 20:00
benar3x,,, jikalau Allah murka, bumi ini bisa hancur seperti debu, namun dikarena masih ada yang berzikir padaNya,,, Allah masih memberi rahmat dan kasih sayangnya pada kita semua, mudah2an rahmat berlanjut sampai ke akhirat kelak, amin