Posted by: izzul047 on: 28 Juli 2009
Sesungguhnya telah tiga bulan purnama, memisahkan aku, rindu kembali melihat wajah bulat dan mata coklat, wahai akhwat yang tidak bisa kuketikan namanya,
Adinda, dari kejauhan tempatku berada, telah sampaikah pada hatimu, seekor kupu-kupu yg kutangkap dari tempatku berada? bentuknya secantik rupamu, di sayapnya telah ku tuliskn bait-bait rinduku, padamu, isinya tergores jelas disayap kupu-kupu yang menawan itu. Tak perlu Ku ketikan lagi, cukup menjadi rahasia kita berdua.
Adinda, ketahuilah, malam ini sungguh indah. Setitik bintang di langit telah ku petik khusus buatmu, setelah susah payah meminjam galah ke tetangga. Setitik bintang itu ku bungkuskan dengan sejuknya angin malam dan ku titipkn pada kumbang, untuk disampaikn terbang menuju tempatmu yang jauh, sejauh mata memandang.
Adinda, besok pagi, Insya Allah, akan ku kirimkn sepotong embun dari kampung ku ini, ku potong sepotong kecil enbum yang ada dengan silet yang ada di sakuku, meskipun dingin tetap ku pegang dan ku bungkus dengan dedaunan cemara, akan ku hanyutkan di dalam sungai agar ia sampai kampung tempatmu berada.