//
you're reading...
#Chemical, #inSPIRE, >>InDexBlog

inSPIRE#010 – Catatan kecil lagi mungil dari seorang asisten praktikum – menyingkap yang tak terungkapkan dalam praktikum anorganik bagian 1

SINTESIS DAN KARAKTERISASI KOMPLEKS KEHIDUPAN

Praktikanku,

Bagiku senyawa kompleks merupakan senyawa terunik yang paling ku sukai dari semua senyawa kimia yang ada.  Bukan karena aku adalah seorang kimiawan bagian anorganik dengan spesifikasi meneliti bahan material penyebabnya. Tapi melainkan keindahan yang dipancarkan senyawa kompleks itu. Adalah warna yang kusukai dari senyawa kompleks itu.  Memang jenis senyawa lain ada bisa berwarna juga tapi bagaimana “pengorbanan” dari senyawa kompleks bisa berwarna membuatku kagum padanya.

Praktikanku,

Ia, senyawa kompleks pada awalnya adalah senyawa yang telah jenuh. Akan tetapi, dalam kejenuhan itu, meski dipaksa, ia bisa melakukan ikatan lagi dengan beberapa ligan. Keterpaksaan yang sungguh sangat menyakitkan, pasalnya  dalam keterpaksaan itu mengakibatkan membelah orbital “d” nya yang sedemikian dahsyatnya menjadi dua kepingan(untuk oktahedral dan tetrahedral) bahkan terkadang lebih (untuk segi empat planar). Maka hasil dari keterpaksaan dan pengorbanan ia lakukan itu tidaklah sia-sia. Ia menjadi senyawa kompleks yang menghasilkan warna yang indah.

Praktikanku,

Hidup ini pun laksana senyawa kompleks itu. Kita berjalan di dunia yang fana dengan memikul beban kehidupan yang terlihat jelas diraut muka kita. Dan hidup itu selalu kejam. Meski beban hidup kita telah membuat kita merayap bahkan menjalaninya, selalu ada ligan-ligan masalah yang ditambahkan kedalam pusat hati kita.

Ingatlah bahwa Allah SWT yang menciptakan setiap detil susunan atom didalam tubuh kita, yang memberi kita ujian dan beban kehidupan ini  paling mengetahui tentang bagaimana kemampuan kita.

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (Q.S. Al Baqarah [2]: 286)

Praktikanku,

Taukah bahwa begitu banyak peradapan yang lahir ditengah kesulitan dan penuh beban. Seperti kebudayaan Yunani dan Mesir kuno, sebagaimana kita ketahui mereka sungguh minim akan sumber daya alam akan tetapi bisa unggul dalam perihal teknologi. Dan jangan lupa jua, kejayaan khalifah Islam selama 7 abad itu bermula dari sebuah tempat yang tandus dan tiada ladang hijau disana. Sekarang ini bisa kita lihat dan saksikan bagaimana anak papua yang memenangi kompentensi olimpiase science dunia. Nah sekarang tergantung kita untuk melewati dinding energi aktivasi yang menghalangi kompleks kita agar bisa berwarna. Karena Allah tidak akan mewarnai hidup kita jika kita tidak menjadi kertas yang akan diwarnai.

“Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”  (Q.S. Ar Ra’d [13]: 11)

Praktikanku,

Jika ingin hidup ini berwarna, maka komplekskan saja hidupmu itu dengan perbagai masalah dan jangan takut lagi putus asa mengoordinir kovalen ligan-ligan masalah itu. Tantang dengan lantang segala permasalahan dan beban yang diberikan selama perkuliahanmu. Ketahuilah, sekarang bisa jadi engkau berletih-letih bahkan hancur berkeping-keping tapi saya yakin diakhir cerita engkau akan bersinar laksana kompleks berwarna itu.

Praktikanku,

Berkhayallah sejenak, seandainya berandai-andai, jikalau pada dirimu diberikan sebuah daerah ataupun sebuah negeri, negeri dengan lingkungan yang bisa dideskripsikan tidak panas terlalu dan tidak pula dingin terlalu. Tidak manis yang terlalu dan tidak pula dengan pahit terlalu. Ia tidak gelap gulita yang terlalu dan tidak terang benderang terlalu. Dan negeri ini, wahai praktikanku, tenang dan nyaman serta tidak ada yang perlu kita keluh kesahkan

Apakah daerah ini yang diinginkan oleh dirimu untuk menempati negeri  tersebut? Apakah negeri itu ingin dirimu untuk memilikinya? TIDAK! TIDAK‼! SESEKALI TIDAK! TIDAK KITA INGINKAN

Ketahuilah wahai praktikan pencari kebenaran, negeri seperti ini tidak akan menjadikan dirimu manusia yang benar, tidak menjadikan manusia yang sejati. Jiwa-jiwamu dan raga-ragamu menginginkan suatu negeri yang penuh dengan onak duri sekelilingnya, negeri yang setiap detik  tanah-tanah berdetak kencang gempa buminya, negeri yang setiap saatnya dihujani dengan hujan badai, gersang penuh berbatuan. Disanalah adanya perjuangan yang membesarkan seorang manusia. Coba bayangkan jika tidak ada hujan maka tidak terciptalah payung dan ujung-ujungnya yang namanya badan meteorologi fisika itu tidak akan pernah ada,,, jika tidak ada onak dan duri dijalan maka manusia tidak membuat sepatu,,, jika tidak ada perjuangan maka manusia tidak pernah maju dan berdikari..

Yang namanya hidup itu butuh perjuangan, butuh tantangan.Hanya dengan setiap saat diremukkan, hampir luluh lantak, lalu bangkit lagi. Setiap saat diremukkan, hampir luluh lantak, lalu bangkit lagi. Setiap saat diremukkan, hampir luluh lantak, lalu bangkit lagi. Hanya dengan cara demikianlah seseorang itu bisa menjadi lebih tangguh.

Praktikanku,

Biarlah hujan emas dinegeri orang,,, walaupun hujan batu di negeri kita,,,, dan hadapilah dengan senyuman karena behitu banyaknya rahmat Allah yang hadir mengurangi energy aktivasi dalam perwarnaan hidupmu itu.

“Jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah.” (Q.S. Yusuf [12]: 87)

 

DAN SEBAIK-BAIK ATOM PUSAT DIDALAM KEHIDUPAN  YANG KOMPLEKS INI AGAR MENJADI CAHAYA YANG INDAH ADALAH IMAN DAN TAKWA “izzumo 4/11/11″

Tentang izzul047

aku adalah .....

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

DAFTAR isi

Arsip Tulisan

Facebook izzul

twitternya izzul

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 87 pengikut lainnya.