Posted by: izzul047 on: 19 Desember 2009
sering kali orang bertanya dengan penasaran,,, menanyakan untuk apa semua ini,,, kata demi kata hingga terjalin menjadi sebuah kalimat dan menguntai dalam paragraf indah mengalir bagai aliran sungai nil. Aku pun tak bisa menjawab dengan pasti.. Kalau ditanya lagi apa yang membuat ku lakukan ini? Aku pun tak bisa menjawab dengan pasti,,, Seakan-akan ia ibarat [...]
Posted by: izzul047 on: 28 Oktober 2009
Aku sempat menduga menduga jikalau aku akan
Kehilangan kesempatan melihat
Wajahmu nan syahdu kembali
Ke kehilanganmu
Namun jauh setelah waktu lelah berputar
Akankah kau
Kembali datang
Seperti wajah manismu
Sama seperti dulu….
Posted by: izzul047 on: 28 Juli 2009
Ah,,,,,,, baru satu bulan purnama aku meninggalkan kosku, sebut saja Wisma Mujahid. WAh!!!!!!!! kangen melihat kembali wajah penghuni wisma yang begitu unik, nggak dijual dimana-mana tuh. Tapi apa boleh buat sobat, kita berpisah buat sementara waktu. Aku akan pergi KKN untuk sementara waktu, aku akan pasti kembali tapi engkau jangan nakal ya. (seperti lagu aja)
Btw, [...]
Posted by: izzul047 on: 18 Juni 2009
Kalaulah ditanya untuk apa semuanya ini? Akupun tak bisa menjawabnya dengan pasti. Seakan-akan aku yang telah lama bergelut di dalam dunia ilmu pengetahuan alam tidak lagi menjadi tempatku. Tetapi rasanya menjadi seorang sastrawan sajalah. Mengapa tidak? Setiap hari bahkan setiap detiknya ide-ide keromantisanku muncul begitu saja tak seprti memperlajari ilmu kimia perlu seminggu barulah paham.
kalaupun [...]
Posted by: izzul047 on: 20 Mei 2009
Tak peduli
seberapa malam dengan bulan purnama terlewati
terdengar sebuah suara
Bertuturlah cinta
Mengucap satu nama
entahlah, memandang bayangannya saja ku pun tak mampu
apalagi menyebut satu nama, nama dari akhwat yang tak bisa-bisa kusebut namanya, dihadapan duniawi
nama yang pendek namun
hati ini bergetar aneh daripada yang biasanya karena merdu namanya lebihi syair
padahal bertemu dalam pertemuan pertama kami [...]
Posted by: izzul047 on: 27 Desember 2008
Menjadi sendirianlah aku ditengah keramaian
halte bus mipa ini ternyata besar
mendadak menjadi sempit, karena hujan menghimpun semua jiwa manusia berantakan berkumpul di satu tempat tersebut
aku merasa hening ditengah hiruk pikuk orang yang salingberbicara
cukup aku melawan perkataan hatiku sendiri yang mengatakan bahwa
diseberang jalan
muncullah dia akhwat yang namanya adalah “yang namanya tidak bisa disebut”
mataku melihatnya
sungguh anggun
Maha Suci ALLAH [...]
Posted by: izzul047 on: 23 November 2008
berjalan dan aku terus berjalan, menyelusuri jejak kaki yang pernah ada